Senin, 15 Juni 2015

Lembaran Kertas

Lembaran Kertas

Terhenti nafasku, terlihat oleh mataku. 
Tulisan samar pada lembaran kertas itu. 
Entah dari mana dia masuk, mendadak teringat Vespa buluk. 
Yang terjual untuk menggenggam kwitansi pembayaran kuliahku. 
Ku dengar bisikan lirih dalam otakku 
"Kamu hanya pecundang yang sok berjuang". 
"Kamu hanya sampah yang sok berdiri melawan kemunafikan". 
Ternyata benar bisikan otakku, begitulah lembaran kertas itu mencaciku. 
Dia meludahi jerih payah perjuanganku hanya karena kejujuranku yang menyakiti mereka di balik lembaran kertas itu. 
Otakku melepuh, nafasku meninggi, emosiku terkobar, bibirku melaknat, namun nurani mema'afkan. 
Darahku mengalir sangat cepat ke otak, secepat mesin fotocopy menyalin selembar surat. 
Namun, secepat itu pula aku meredam dendam. 
Biarkan saja mereka memukulku lumpuh. 
Aku masih membutuhkan mereka. 
Aku butuh mereka untuk menyaksikan kesuksesanku nanti.

__________________________
(Allahu Akbar. Ternyata benar, pengalaman mengajariku bahwa "Kemunafikan adalah pemenang mutlak di bumi ini"
Namun aku sadar, kemenangan di dunia bukanlah pertanda kebenaran di pihak pemenang.)

Kamis, 11 Juni 2015

Tuhan Di Sampingku

Tuhan Di Sampingku

Aku dan rindu ini dalam ruang terbatas namun indah
 
Aku dan rasa sakit mendalam namun mengesankan 
Aku dan apa yang telah mereka lakukan pada hidup sedrhanaku ini 
Aku dan persaan yang takkan pernah ku lepaskan 
Kau yang mencoba memutuskan tali perasaanku padanya 
Kau yang menjejali sang raja dengan fitnah-fitnah yang kau buat 
Kau yang punya hati namun enggan memakainya 
Kau yang terlalu jauh untuk dapatkan kata pantas dima’afkan 
Teruskan bakatmu bung. Aku ma’afkan. Teruskan ! 
Tuhan pasti melihat apa yang kau lakukan 
Tuhan jelas mendengar apa yang kau katakan 
Biarpun seluruh insan mempercayai tipu dayamu, biarpun sang raja ada di pihakmu 
Sedikitpun aku tak pernah takut. Takkan pernah ! 
Karena ada Tuhan di sampingku, yang mengerti jelas dimana keadilan dan kebenaran singgah


Sarang. Rabu, 16 Juli 2014


Aku TanpaMu

Aku TanpaMu

Hidupku yang tidak mungkin ku harapkan tanpa kasihMu. 
Hidupku yang akan tiada tanpa hadirMu. 
Hidupku yang pasti tak berarti tanpa rahmatMu. 
Hanya tanganMu yang mampu menarik udara dalam paruku. 
Langkahku hanya akan menyesatkanku tanpa petunjukMu Tuhan. 
Pengabdianku hanya akan menenggelamkanku pada kesengsaraan abadi tanpa rahmat agungMu. 
Do’aku hanya akan membuat luka di jiwaku tanpa sepercik rasa pasrah yang Kau tanamkan dalam hatiku. 
Umurku hanya akan menjadi kenangan debu tanpa pertolonganMu, Tuhan. 
Lalu apa yang harus ku perbuat dengan sombong yang selalu mengejarku setiap detak nadiku ? 
Lalu apa yang harus ku lakukan dengan nafsu yang selalu mengajakku membangkangMu ? 
Lagi dan selalu hanya Engkau yang mampu Tuhan. 
Aku adalah tiada tanpaMU, aku adalah hina tanpa kemurahanMu Tuhan.Tolong aku dalam setiap detikku hai Sang pencipta. 
Jaga aku dengan rahmatMu, dan birakan aku menggapai ridhoMu Allah.



Sarang, 15 juli 2014


Hari Kemenangan Bersama Kenangan

 Hari Kemenangan Bersama Kenangan
Angin malam berhembus pelan, di bawah sinar rembulan yang penuh ketenangan 
Malam kemenangan penuh dengan harapan kebaikan dalam medan kehidupan selanjutnya 
Menabuh bedug bertakbir bertahmid menyambut dengan tanpa dendam yang membusuk 
Allahu akbar Allahu akbar Allahu akbar laa ilaaha ilallahu wallahu akbar 
Nada itu yang mengingatkanku akan sosok yang dulu selalu memberiku semangat dalam islam 
Menggapai kenangan yang hampir pergi menghilang 
Kemana kau di malam bahagia ini ? 
Kemana kau sa’at semua menyerukan hari kemenangan ini ? 
Apakah kau tidak ingin menemuiku yang sangat merindukan pelukanmu 
Dimana engkau Ayah ? Apakah malaikat mengijinkanmu untuk melihatku malam ini ? 
Apakah kau bahagia disana seperti senyuman para orang tua menyambut anak-anaknya ? 
Hanya do’a diantara barisan do’aku yang bisa ku persembahkan untukmu Ayah



M.Ali Masyhur Al Hamid
Bojonegoro, Senin, 27-07-2014






Minggu, 31 Mei 2015

Bukti Yang Terabaikan

Bukti Yang Terabaikan 

Dingin embun menyelinap masuk dalam dada 
Angin lembut membelai malam sunyi tak datang menyapa 
Pohon-pohon tak terlihat bergoyang seperti biasa 
Suara binatang malam yang selalu hiasi dengkur tak terdengar ada 
Malam ini, sunyi nan tenang 
Seakan semua kehidupan telah disembunyikan Tuhan 
Tuhan, indah kuasaMu memelukku 
Tenangkan seluruh isi dalam hati kotorku ini 
Namun, kapankah aku sanggup memenuhi yang menjadi kewajibanku ? 
Kapankah aku mampu menuntun hati ini untuk ikhlas dalam ibadah padaMU Tuhanku ? 
Kapan hati ini tulus utuh memujaMu tanpa ada rasa inginkan surgaMu ? 
Begitu keras hati ini untuk menerima kebenaran yang lembut 
Tuhan, berikan aku setetes hidayahmu agar aku mampu membaca bukti kebesaranMu 
Agar aku mampu membaca keinginan hati nuraniku 

M.Ali Masyhur Al Hamid
Sarang, Rabu, 16 Juli 2014




Semua Akan Terbayar

Semua Akan Terbayar

Sudah kubilang 
Sudah sering ku katakan 
Namun kau tak pernah mendengarkan 
Kau selalu menyombongkan teori di otakmu 
Sudah sering ku ingatkan untuk jangan menyentuh kebahagiaan teman 
Sudah sering ku ingatkan untuk menjaga keluarga sebelum menjelma menjadi pahlawan orang lain 
Sudah sering ku katakan bahwa kau akan menderita dengan fitnah-fitnahmu itu 
Kau akan menerima kesakitan yang kau lemparkan padaku 
Kecelakaan dan sakit keluargamu itu menjadi pengingat sedikit memaksa untukmu 
Dari Tuhan yang Maha Tahu akan kebusukanmu 
Perlahan Tuhan membuktkan kebenaran itu 
Walau bebrapa insan tak menyadari itu 
Paati perlahan semua akan terbayarkan 
Apa kau masih ingin membeli hal lain dan membayarnya esok hari ? 


M.Ali Masyhur Al Hamid
Sarang, Kamis, 17 Juli 2014


Nafsu

Nafsu
Kemana lagi aku harus berlari ? 
Kemana lagi temptku sembunyi ? 
Dia selalu mengikutiku, mengintaiku, menunggu lengahku 
Lebih menakutkan daripada raja hutan dan apapun yang ku takutkan 
Dia tidak tidur sa’at aku tidur pulas 
Dia tidak lupa sa’at aku terlupa 
Allah, hanya Engkaulah yang bisa menyelamatkanku darinya 
Jangan biarkan aku terjatuh padanya 
Jangan biarkan dia menguasai jiwaku 
Allah, aku bukan tandingannya tanpaMu 
Sedikit tipu dayanya saja menakutkanku 
Kemana lagi aku bisa berlindung darinya kalau bukan padaMu Tuhanku 
Aku pasrahkan jiwa dan imanku padaMu 
Jangan biarkan nafsu biadab itu menguasai jiwaku 
Sedikitpun jangan 
Selebihnya aku pasrahkan takdir hidup, jiwa dan imanku padaMu Tuhan 
Takdir baik dan buruk semuanya milikMu yang memilikinya 



M.Ali Masyhur Al Hamid
Sarang, Kamis, 17 Juli 2014