Sabtu, 27 Juni 2015

Biarkanlah

Biarkanlah

Rindu ini tak mungkin ku biarkan 
Rindu ini untukmu yang ku sayang 
Tak mungkin ku akan bisa melupakan dan menghilang 
Rasa yang tertanam dalam dalam di hati ini 
Biarkanlah mereka berkata yang ingin mereka katakan pada kita dan hubungan kita 
Biarkan mereka mencaci apa yang kita rasakan 
Birakan mereka memberi duri dalam hubungan ini 
Kita tak akan sedikitpun kembali melangkah mundur kan ? 
Hubungan ini tak seperti setan dalam benak mereka 
Hubungan ini tak berawal dan berujung dosa yang menyakitkan 
Namun indah dalam hati yang sehat dan saling menjaga martabat 
Biarkanlah, biarkan mereka terus mengejar kita 
Tuhanlah  yang Maha mengerti apa yang ada dalam hati kita 
Bukan presiden dan bukan penguasa yang mereka anggap bisa membunuh kita


 

Sarang. Rabu, 16 Juli 2014



Sedudo

Keceriaan luar wajah tak mencerminkan suasana waktu itu. Ketika kehilangan tertanam dalam di hatiku.

Exsis dulu sob wkwkwk

Sedudo Nganjuk




Sabtu, 20 Juni 2015

Lailaku

Lailaku

Oh malam yang indah, tatap aku dalam renungan 
Kau siksa aku dengan perpisahan 
Rasa yang tlah lama tak kurasakan 
Kini menghakimi kesombonganku dengan air mata 
Nama yang sama untuk rasa cinta yang membara 
Ooh Lailaku, kapankah kau mengakhiri kerinduan 
Tiga jam yang lalu, hanya tiga jam kau mampu membuang semua air mata kerinduan 
Air mata sakit perpisahan yang menyiksaku dengan keindahan 
Oh Lailaku, datanglah cepat sentuh bahagiaku 
Puji aku dengan keindahan cintamu 
Cinta yag lama tlah lama tak memeluk hati 
Oh Lailaku, pesanmu selalu ku baca dalam otak ini 
Ku balas dengan hatiku untukmu 
Semoga hatimu mendengarkan jeritan rinduku


Bojonegoro, 17-06-2015 07:23PM





Senin, 15 Juni 2015

Lembaran Kertas

Lembaran Kertas

Terhenti nafasku, terlihat oleh mataku. 
Tulisan samar pada lembaran kertas itu. 
Entah dari mana dia masuk, mendadak teringat Vespa buluk. 
Yang terjual untuk menggenggam kwitansi pembayaran kuliahku. 
Ku dengar bisikan lirih dalam otakku 
"Kamu hanya pecundang yang sok berjuang". 
"Kamu hanya sampah yang sok berdiri melawan kemunafikan". 
Ternyata benar bisikan otakku, begitulah lembaran kertas itu mencaciku. 
Dia meludahi jerih payah perjuanganku hanya karena kejujuranku yang menyakiti mereka di balik lembaran kertas itu. 
Otakku melepuh, nafasku meninggi, emosiku terkobar, bibirku melaknat, namun nurani mema'afkan. 
Darahku mengalir sangat cepat ke otak, secepat mesin fotocopy menyalin selembar surat. 
Namun, secepat itu pula aku meredam dendam. 
Biarkan saja mereka memukulku lumpuh. 
Aku masih membutuhkan mereka. 
Aku butuh mereka untuk menyaksikan kesuksesanku nanti.

__________________________
(Allahu Akbar. Ternyata benar, pengalaman mengajariku bahwa "Kemunafikan adalah pemenang mutlak di bumi ini"
Namun aku sadar, kemenangan di dunia bukanlah pertanda kebenaran di pihak pemenang.)

Kamis, 11 Juni 2015

Tuhan Di Sampingku

Tuhan Di Sampingku

Aku dan rindu ini dalam ruang terbatas namun indah
 
Aku dan rasa sakit mendalam namun mengesankan 
Aku dan apa yang telah mereka lakukan pada hidup sedrhanaku ini 
Aku dan persaan yang takkan pernah ku lepaskan 
Kau yang mencoba memutuskan tali perasaanku padanya 
Kau yang menjejali sang raja dengan fitnah-fitnah yang kau buat 
Kau yang punya hati namun enggan memakainya 
Kau yang terlalu jauh untuk dapatkan kata pantas dima’afkan 
Teruskan bakatmu bung. Aku ma’afkan. Teruskan ! 
Tuhan pasti melihat apa yang kau lakukan 
Tuhan jelas mendengar apa yang kau katakan 
Biarpun seluruh insan mempercayai tipu dayamu, biarpun sang raja ada di pihakmu 
Sedikitpun aku tak pernah takut. Takkan pernah ! 
Karena ada Tuhan di sampingku, yang mengerti jelas dimana keadilan dan kebenaran singgah


Sarang. Rabu, 16 Juli 2014


Aku TanpaMu

Aku TanpaMu

Hidupku yang tidak mungkin ku harapkan tanpa kasihMu. 
Hidupku yang akan tiada tanpa hadirMu. 
Hidupku yang pasti tak berarti tanpa rahmatMu. 
Hanya tanganMu yang mampu menarik udara dalam paruku. 
Langkahku hanya akan menyesatkanku tanpa petunjukMu Tuhan. 
Pengabdianku hanya akan menenggelamkanku pada kesengsaraan abadi tanpa rahmat agungMu. 
Do’aku hanya akan membuat luka di jiwaku tanpa sepercik rasa pasrah yang Kau tanamkan dalam hatiku. 
Umurku hanya akan menjadi kenangan debu tanpa pertolonganMu, Tuhan. 
Lalu apa yang harus ku perbuat dengan sombong yang selalu mengejarku setiap detak nadiku ? 
Lalu apa yang harus ku lakukan dengan nafsu yang selalu mengajakku membangkangMu ? 
Lagi dan selalu hanya Engkau yang mampu Tuhan. 
Aku adalah tiada tanpaMU, aku adalah hina tanpa kemurahanMu Tuhan.Tolong aku dalam setiap detikku hai Sang pencipta. 
Jaga aku dengan rahmatMu, dan birakan aku menggapai ridhoMu Allah.



Sarang, 15 juli 2014


Hari Kemenangan Bersama Kenangan

 Hari Kemenangan Bersama Kenangan
Angin malam berhembus pelan, di bawah sinar rembulan yang penuh ketenangan 
Malam kemenangan penuh dengan harapan kebaikan dalam medan kehidupan selanjutnya 
Menabuh bedug bertakbir bertahmid menyambut dengan tanpa dendam yang membusuk 
Allahu akbar Allahu akbar Allahu akbar laa ilaaha ilallahu wallahu akbar 
Nada itu yang mengingatkanku akan sosok yang dulu selalu memberiku semangat dalam islam 
Menggapai kenangan yang hampir pergi menghilang 
Kemana kau di malam bahagia ini ? 
Kemana kau sa’at semua menyerukan hari kemenangan ini ? 
Apakah kau tidak ingin menemuiku yang sangat merindukan pelukanmu 
Dimana engkau Ayah ? Apakah malaikat mengijinkanmu untuk melihatku malam ini ? 
Apakah kau bahagia disana seperti senyuman para orang tua menyambut anak-anaknya ? 
Hanya do’a diantara barisan do’aku yang bisa ku persembahkan untukmu Ayah



M.Ali Masyhur Al Hamid
Bojonegoro, Senin, 27-07-2014