Minggu, 31 Mei 2015

Bukti Yang Terabaikan

Bukti Yang Terabaikan 

Dingin embun menyelinap masuk dalam dada 
Angin lembut membelai malam sunyi tak datang menyapa 
Pohon-pohon tak terlihat bergoyang seperti biasa 
Suara binatang malam yang selalu hiasi dengkur tak terdengar ada 
Malam ini, sunyi nan tenang 
Seakan semua kehidupan telah disembunyikan Tuhan 
Tuhan, indah kuasaMu memelukku 
Tenangkan seluruh isi dalam hati kotorku ini 
Namun, kapankah aku sanggup memenuhi yang menjadi kewajibanku ? 
Kapankah aku mampu menuntun hati ini untuk ikhlas dalam ibadah padaMU Tuhanku ? 
Kapan hati ini tulus utuh memujaMu tanpa ada rasa inginkan surgaMu ? 
Begitu keras hati ini untuk menerima kebenaran yang lembut 
Tuhan, berikan aku setetes hidayahmu agar aku mampu membaca bukti kebesaranMu 
Agar aku mampu membaca keinginan hati nuraniku 

M.Ali Masyhur Al Hamid
Sarang, Rabu, 16 Juli 2014




Semua Akan Terbayar

Semua Akan Terbayar

Sudah kubilang 
Sudah sering ku katakan 
Namun kau tak pernah mendengarkan 
Kau selalu menyombongkan teori di otakmu 
Sudah sering ku ingatkan untuk jangan menyentuh kebahagiaan teman 
Sudah sering ku ingatkan untuk menjaga keluarga sebelum menjelma menjadi pahlawan orang lain 
Sudah sering ku katakan bahwa kau akan menderita dengan fitnah-fitnahmu itu 
Kau akan menerima kesakitan yang kau lemparkan padaku 
Kecelakaan dan sakit keluargamu itu menjadi pengingat sedikit memaksa untukmu 
Dari Tuhan yang Maha Tahu akan kebusukanmu 
Perlahan Tuhan membuktkan kebenaran itu 
Walau bebrapa insan tak menyadari itu 
Paati perlahan semua akan terbayarkan 
Apa kau masih ingin membeli hal lain dan membayarnya esok hari ? 


M.Ali Masyhur Al Hamid
Sarang, Kamis, 17 Juli 2014


Nafsu

Nafsu
Kemana lagi aku harus berlari ? 
Kemana lagi temptku sembunyi ? 
Dia selalu mengikutiku, mengintaiku, menunggu lengahku 
Lebih menakutkan daripada raja hutan dan apapun yang ku takutkan 
Dia tidak tidur sa’at aku tidur pulas 
Dia tidak lupa sa’at aku terlupa 
Allah, hanya Engkaulah yang bisa menyelamatkanku darinya 
Jangan biarkan aku terjatuh padanya 
Jangan biarkan dia menguasai jiwaku 
Allah, aku bukan tandingannya tanpaMu 
Sedikit tipu dayanya saja menakutkanku 
Kemana lagi aku bisa berlindung darinya kalau bukan padaMu Tuhanku 
Aku pasrahkan jiwa dan imanku padaMu 
Jangan biarkan nafsu biadab itu menguasai jiwaku 
Sedikitpun jangan 
Selebihnya aku pasrahkan takdir hidup, jiwa dan imanku padaMu Tuhan 
Takdir baik dan buruk semuanya milikMu yang memilikinya 



M.Ali Masyhur Al Hamid
Sarang, Kamis, 17 Juli 2014