Sabtu, 11 Juli 2015

Air Matanya

Air Matanya
Mampukah kau melihat jelas air mata di pipinya?  
Mampukah kau tetap menggenggam egomu?  
Mampukah kau mendengar suara tersedu-sedu tangis?  
Mampukah kau tetap mengabaikannya?Kau membuatnya menangis. 
Dia yang selalu menemani harimu. 
Dia yang selalu Memeluk jiwa terlukamu. 
Kau teteskan air mata dari mata nya. 
Peluk Dia! Jangan pernah melukainya. 
Apa otakmu telah rusak?  
Apa hatimu telah hancur?  
Siapa yang akan memelukmu seperti itu selain wanita itu?  
Usap air matanya seperti dia selalu menghiburmu. 
Jangan lagi kau bocorkan air matanya yang tak bersalah itu. 
Wanita terindah dalam hidupmu. 
Dialah yang menjadi sandaran hatimu yg terluka. 
Sa’at  semua pergi tak lagi ada di sampingmu. 
Semoga dialah bagian dari tulang rusukmu.


Bogor. Sabtu 11 Juli 2015. 05:00pm

Tidak ada komentar:

Posting Komentar