Besar Cintamu
Tutur katamu bagai irama syahdu.
Perbuatanmu seindah mutiara yang berkilau.
Akhlakmu selembut sutera.
Memang engkau sebaik-baik idola.
Yaa rasulallah...
Perjuanganmu untuk umatmu begitu besar.
Penuh caci dan maki.
Namun engkau tetap membela ummatmu.
Yaa rasulallah...
Rindu aku padamu.
Hingga ku tak kuasa menahan air mata.
Ketika mengingat pengorbananmu yang pedih.
Besar anganku berjumpa denganmu.
Tapi siapalah aku ?
Ku lantunkan shalawat untukmu.
Berharap engkau beri syafa'at kepadaku.
Teringat sebuah cerita.
Ketika engkau meninggalkan dunia fana.
Siapa yang engkau khawatirkan wahai rasulallah?
Engkau hanya mengkhawatirkan umatmu, bukan dirimu yaa rasulallah.
Wahai kekasih Allah...
Semakin bertambah cintaku padamu.
Semakin tak tertahan rinduku padamu.
Hingga meluap-luap bagai air terjun yang terus mengalir deras...
Ketika engkau dilempari kerikil.
Apa yang engkau katakan pada Jibril.
Jangan balas mereka, mereka belum tahu mana yang benar.
Padahal Jibril sangat ingin membalasnya.
Begitu besar cintamu pada kami yaa rasul.
Bagaimana kami membalasmu.
Hanya mengingat, menangis, bershalawat dan menjalankan sunnahmu yang dapat kami lakukan.
Itupun tak sebanding dengan perjuanganmu...
Suaibah Aslamiah.
July, 11th 2015