Sabtu, 17 Juni 2017

Kebahagiaan


Sang Pencari


Kebahagiaan itu dari hati kita sendiri, tidak bisa ditimbun dan tidak bisa dicari dari hal duniawi saja.


Kebahagiaan adalah hati yang bertakwa, hati yang lapang, nurani yang tenang dan jiwa yang mulia.


Pusat dari kebahagiaan bukanlah harta, jabatan, ilmu duniawi bahkan bukanlah keluarga terlebih hanya pacar yang belum ada ikatan apapun.


Namun pusat kebahagiaan adalah agama dalam hati kita. Iman dan takwa kita, itulah pusat kebahagiaan. Ibarat jika kebahagiaan adalah pohon, maka agama adalah tanahnya, air, sinar matahari dan pupuk.


Maka tak ada satu pun hal yang mampu membuat kita bahagia atau pun sengsara, kecuali hati kita sendiri.


Jika kalian selama ini merasa tidak bahagia, maka iman dan takwa kalian perlulah diperbaiki.


Pegang agama kalian dan mintalah pada Allah akan kebahagiaan seorang yang bertakwa.




M. Ali Masyhur Al Hamid (Masyhur BinSyefaa)


Instagram @AliMasyhur

Jumat, 28 Agustus 2015

Ingat ini

Kamis 25.06.2015.
Sabtu. 29.08.2015.



Ku dengar pasti suara Ibuk tadi "Ati-ati nang, seng sabar".
Tangismu untukku ga akan sia2 buk.... Semua akan terbayar dg suksesku nanti Insya Allah.
Tenang buk, aku bersumpah semua org yg pernah menyakitiku hingga buatmu menangis ga akan lepas dr tanganku. Kelak mereka akan bayar semua buk. Jika tidak, maka anak turunnya yg akan membayar. Aku bersumpah. Bakal kubelain sampai matiku buk. Sampai matiku.
Woco statusku su asu. Kalian yg ngajak perang!!!  Ileng2 iku su. Puas2no olehmu guyu sakdurunge kowe2 lali rasane guyu.

#wes mentok atiku loro ibukku mbok gae nangis 2X. Jumeneng atiku ra obah rogoku matio kabeh keturunanmu.
Allah
(JalanKuliahku)

Kamis, 16 Juli 2015

Idul Fitri 1 Syawwal 1436

Hari raya Idul Fitri 1 Syawwal 1436 / 17 Juli 2015. Merayakan dalam perjalanan. 


Sabtu, 11 Juli 2015

MalamMu (Lailatul Qadr)

MalamMu 
(Lailatul Qadr)

Tuhan, kapan malam itu kau turunkan? 
Malam inikah malaikatMu Engkau turunkan? 
Malam inikah malam istimewa itu? 
Malam seribu bulan yang didambakan. 
Ijinkan hamba hina ini memandang langit pada malam itu. 
Sekedar menangis memohon ampunanMu. 
Atau mencoba memujiMu walau tak seindah pujianMu. 
Walau tak pantas hambaMu ini memohon lebih. 
Namun, memang hanya itu yang hamba bisa, hanya itu. 
Memohon untuk Engkau ijinkan hamba memohon padaMu. 
Oh Tuhanku, hambaMu yang berdosa ini memohon malamMu.






Bogor. Sabtu 11 Juli 2015.

Malam Dua Puluh Lima

Malam Dua Puluh Lima
Hujan . .  . 
Membawa ketenangan bathin. 
Menyejukkan jiwa menggugah hati. 
Mengerinyit hati ini melihat tanah basah. 
Tempat tubuhku berteduh sa'at nanti arwah dalam barzah. 
Tik, tik, tik seirama detak jantungku yang memujiMu Tuhanku. 
Allahu akbar, besar kuasaMu terlihat jelas pada setiap ciptaanMu. 
Malam sejuk sepi damai dalam ramai jama'ah bertakbir padaMu. 
Dua puluh empat hari ramadlanMu hamba jalani dengan penuh luka, cacat dan ketidaksempurnaan hatiku. 
Ampuni hamba yang mendlolimi diri ini. 
Hati ini utuh milikMu yaa Allah. 
Tak mampu aku menjaganya tanpaMu. 
Sucikan hati ini menyongsong hari fitri dariMu. 
Aaah. Sunyi malam memeluk jiwaku untuk mengingatMu
Hujan ini membasahi hatiku untuk bersyukur padaMu 
Malam ini sungguh mengetuk bibir untuk bertakbir. Allahu akbar. 
Terima kasih Allah.




Malam ke-25 Ramadlan 1436

Muridku

Terima kasih buat muridku atas fotonya 
Dari murid ane waktu ngajar di Bogor sob


Besar Cintamu. Cipt. Suaibah

Besar Cintamu
Tutur katamu bagai irama syahdu.


Perbuatanmu seindah mutiara yang berkilau.

Akhlakmu selembut sutera.

Memang engkau sebaik-baik idola.


Yaa rasulallah...


Perjuanganmu untuk umatmu begitu besar.

Penuh caci dan maki.

Namun engkau tetap membela ummatmu.


Yaa rasulallah...


Rindu aku padamu.

Hingga ku tak kuasa menahan air mata.

Ketika mengingat pengorbananmu yang pedih.


Besar anganku berjumpa denganmu.


Tapi siapalah aku  ?

Ku lantunkan shalawat untukmu.

Berharap engkau beri syafa'at kepadaku.


Teringat sebuah cerita.


Ketika engkau meninggalkan dunia fana.

Siapa yang engkau khawatirkan wahai rasulallah?

Engkau hanya mengkhawatirkan umatmu, bukan dirimu yaa rasulallah.


Wahai kekasih Allah...


Semakin bertambah cintaku padamu.

Semakin tak tertahan rinduku padamu.

Hingga meluap-luap bagai air terjun yang terus mengalir deras...


Ketika engkau dilempari kerikil.


Apa yang engkau katakan pada Jibril.

Jangan balas mereka, mereka belum tahu mana yang benar.

Padahal Jibril sangat ingin membalasnya.


Begitu besar cintamu pada kami yaa rasul.


Bagaimana kami membalasmu.

Hanya mengingat, menangis, bershalawat dan menjalankan sunnahmu yang dapat kami lakukan.

Itupun tak sebanding dengan perjuanganmu...

Suaibah Aslamiah.
July, 11th 2015

Air Matanya

Air Matanya
Mampukah kau melihat jelas air mata di pipinya?  
Mampukah kau tetap menggenggam egomu?  
Mampukah kau mendengar suara tersedu-sedu tangis?  
Mampukah kau tetap mengabaikannya?Kau membuatnya menangis. 
Dia yang selalu menemani harimu. 
Dia yang selalu Memeluk jiwa terlukamu. 
Kau teteskan air mata dari mata nya. 
Peluk Dia! Jangan pernah melukainya. 
Apa otakmu telah rusak?  
Apa hatimu telah hancur?  
Siapa yang akan memelukmu seperti itu selain wanita itu?  
Usap air matanya seperti dia selalu menghiburmu. 
Jangan lagi kau bocorkan air matanya yang tak bersalah itu. 
Wanita terindah dalam hidupmu. 
Dialah yang menjadi sandaran hatimu yg terluka. 
Sa’at  semua pergi tak lagi ada di sampingmu. 
Semoga dialah bagian dari tulang rusukmu.


Bogor. Sabtu 11 Juli 2015. 05:00pm

Sampah

Sampah
Hanya karena kau takut Tak mampu membaca setiap kata dalam puisi ini. 
Hanya karena kau takut mengeja dengan kesalahan. 
Karena takut mengartikan lirik ini dengan kesalahan.  
Karena itu kau sudi menyakitiku lagi ? 
Egois!  
Sayangku Tak berarti. Rinduku tiada kau nikmati.  
Cintaku kau ludahi dengan keegoisanmu. 
Ah iya hanya marahku yang kau takuti bukan sedihku yang kau tanyakan. 
Luka membeku tak tersapa angin. 
Kau tumpuki dengan kecewa yang kau beri. 
Hanya karena egoismu tak peduli sakitku. 
Egoismu tak peduli hatiku. 
Tega kau tinggalkan Aku sendiri dalam luka. 
Menangisi lara yang tak ku rasa reda. 
Kau tinggalkan aku karena ego mu. 
Apa yang sedang ki tuliskan ? 
Puisi?  Puisi sampah. Hanya sampah. 
Siapa peduli dengan ini ? Bagiku kepuasanlah yang ku ingin genggam. 
Ah puisi sampah! 
Sudah. Jangan kalian baca lagi sampah ini! 
Dasar penikmat sampah!


Bogor. Sabtu 11 Juli 2015 12:57pm

Pergilah Luka

Pergilah Luka
Cukup resah hatiku yg menyiksa. 
Sudah penuh sudah gelisah ini. 
Tiada lagi ruang bahagia ku temui sa’at ini. 
Tiap sudut yang kuraba hanya luka ku jumpai. 
Mataku tak mampu melawan air mata ini. 
Membobol ketegaran hati. 
Lemas ragaku karena sakit hati ini. 
Namun seakan hatiku enggan menatap batunya. 
Ku mohon luka, pergilah saja ! 
Aku disini tiada tempat bercurah hati. 
Aku disini sendiri memang sendiri. 
Pergilah luka Jangan kau melukai ! 
Hati yang tiada menemani. 
Hati yang selalu sendiri melawan luka.



Bogor. Sabtu 11 Juli 2015

Jumat, 10 Juli 2015

Dalam

Dalam
Berputar-putar tenggelam dalam angan dalam. 
Bercinta dengan lara. 
Hati yang memeluk luka. 
Air mata telah melepas asa. 
Ooohh sayangku, teman jiwaku yang tersiksa. 
Menyiksa luka. 
Menampar duka. 
Terpenjara dalam jurang dalam, dalam dalam. 
Sedalam mata terpejam. 
Tenggelam tersesat malam.



Bogor, 11 Juli 2015 09:57 am

#drpada tersesat tidur lg ah. 

Awan

Awan
Tersenyum dalam keikhlasan. 
Hatimu yg penuh keindahan. 
Persahabatan ini dalam ikatan. 
Indah yg pernah ku genggam. 
Bagai awan kau teduhi hati ini. 
Bagai awan kau datang bersama mentari. 
Terkadang malam kau ternilai. 
Namun tetap kau ada dan setia menatapku. 
Indah persahabatan yang kau beri. 
Ku peluk erat dalam hati. 
Melangkahkan jiwa kita bersama. 
Nada puisi ini untuk sang awan disana. 
Nada yang tak seindah kecerahan jiwa ini. 
Gambaran rasa terima kasih dari hati ini.


Bogor. Sabtu, 11-Juli-2015


Sabtu, 27 Juni 2015

Biarkanlah

Biarkanlah

Rindu ini tak mungkin ku biarkan 
Rindu ini untukmu yang ku sayang 
Tak mungkin ku akan bisa melupakan dan menghilang 
Rasa yang tertanam dalam dalam di hati ini 
Biarkanlah mereka berkata yang ingin mereka katakan pada kita dan hubungan kita 
Biarkan mereka mencaci apa yang kita rasakan 
Birakan mereka memberi duri dalam hubungan ini 
Kita tak akan sedikitpun kembali melangkah mundur kan ? 
Hubungan ini tak seperti setan dalam benak mereka 
Hubungan ini tak berawal dan berujung dosa yang menyakitkan 
Namun indah dalam hati yang sehat dan saling menjaga martabat 
Biarkanlah, biarkan mereka terus mengejar kita 
Tuhanlah  yang Maha mengerti apa yang ada dalam hati kita 
Bukan presiden dan bukan penguasa yang mereka anggap bisa membunuh kita


 

Sarang. Rabu, 16 Juli 2014



Sedudo

Keceriaan luar wajah tak mencerminkan suasana waktu itu. Ketika kehilangan tertanam dalam di hatiku.

Exsis dulu sob wkwkwk

Sedudo Nganjuk




Sabtu, 20 Juni 2015

Lailaku

Lailaku

Oh malam yang indah, tatap aku dalam renungan 
Kau siksa aku dengan perpisahan 
Rasa yang tlah lama tak kurasakan 
Kini menghakimi kesombonganku dengan air mata 
Nama yang sama untuk rasa cinta yang membara 
Ooh Lailaku, kapankah kau mengakhiri kerinduan 
Tiga jam yang lalu, hanya tiga jam kau mampu membuang semua air mata kerinduan 
Air mata sakit perpisahan yang menyiksaku dengan keindahan 
Oh Lailaku, datanglah cepat sentuh bahagiaku 
Puji aku dengan keindahan cintamu 
Cinta yag lama tlah lama tak memeluk hati 
Oh Lailaku, pesanmu selalu ku baca dalam otak ini 
Ku balas dengan hatiku untukmu 
Semoga hatimu mendengarkan jeritan rinduku


Bojonegoro, 17-06-2015 07:23PM





Senin, 15 Juni 2015

Lembaran Kertas

Lembaran Kertas

Terhenti nafasku, terlihat oleh mataku. 
Tulisan samar pada lembaran kertas itu. 
Entah dari mana dia masuk, mendadak teringat Vespa buluk. 
Yang terjual untuk menggenggam kwitansi pembayaran kuliahku. 
Ku dengar bisikan lirih dalam otakku 
"Kamu hanya pecundang yang sok berjuang". 
"Kamu hanya sampah yang sok berdiri melawan kemunafikan". 
Ternyata benar bisikan otakku, begitulah lembaran kertas itu mencaciku. 
Dia meludahi jerih payah perjuanganku hanya karena kejujuranku yang menyakiti mereka di balik lembaran kertas itu. 
Otakku melepuh, nafasku meninggi, emosiku terkobar, bibirku melaknat, namun nurani mema'afkan. 
Darahku mengalir sangat cepat ke otak, secepat mesin fotocopy menyalin selembar surat. 
Namun, secepat itu pula aku meredam dendam. 
Biarkan saja mereka memukulku lumpuh. 
Aku masih membutuhkan mereka. 
Aku butuh mereka untuk menyaksikan kesuksesanku nanti.

__________________________
(Allahu Akbar. Ternyata benar, pengalaman mengajariku bahwa "Kemunafikan adalah pemenang mutlak di bumi ini"
Namun aku sadar, kemenangan di dunia bukanlah pertanda kebenaran di pihak pemenang.)

Kamis, 11 Juni 2015

Tuhan Di Sampingku

Tuhan Di Sampingku

Aku dan rindu ini dalam ruang terbatas namun indah
 
Aku dan rasa sakit mendalam namun mengesankan 
Aku dan apa yang telah mereka lakukan pada hidup sedrhanaku ini 
Aku dan persaan yang takkan pernah ku lepaskan 
Kau yang mencoba memutuskan tali perasaanku padanya 
Kau yang menjejali sang raja dengan fitnah-fitnah yang kau buat 
Kau yang punya hati namun enggan memakainya 
Kau yang terlalu jauh untuk dapatkan kata pantas dima’afkan 
Teruskan bakatmu bung. Aku ma’afkan. Teruskan ! 
Tuhan pasti melihat apa yang kau lakukan 
Tuhan jelas mendengar apa yang kau katakan 
Biarpun seluruh insan mempercayai tipu dayamu, biarpun sang raja ada di pihakmu 
Sedikitpun aku tak pernah takut. Takkan pernah ! 
Karena ada Tuhan di sampingku, yang mengerti jelas dimana keadilan dan kebenaran singgah


Sarang. Rabu, 16 Juli 2014


Aku TanpaMu

Aku TanpaMu

Hidupku yang tidak mungkin ku harapkan tanpa kasihMu. 
Hidupku yang akan tiada tanpa hadirMu. 
Hidupku yang pasti tak berarti tanpa rahmatMu. 
Hanya tanganMu yang mampu menarik udara dalam paruku. 
Langkahku hanya akan menyesatkanku tanpa petunjukMu Tuhan. 
Pengabdianku hanya akan menenggelamkanku pada kesengsaraan abadi tanpa rahmat agungMu. 
Do’aku hanya akan membuat luka di jiwaku tanpa sepercik rasa pasrah yang Kau tanamkan dalam hatiku. 
Umurku hanya akan menjadi kenangan debu tanpa pertolonganMu, Tuhan. 
Lalu apa yang harus ku perbuat dengan sombong yang selalu mengejarku setiap detak nadiku ? 
Lalu apa yang harus ku lakukan dengan nafsu yang selalu mengajakku membangkangMu ? 
Lagi dan selalu hanya Engkau yang mampu Tuhan. 
Aku adalah tiada tanpaMU, aku adalah hina tanpa kemurahanMu Tuhan.Tolong aku dalam setiap detikku hai Sang pencipta. 
Jaga aku dengan rahmatMu, dan birakan aku menggapai ridhoMu Allah.



Sarang, 15 juli 2014


Hari Kemenangan Bersama Kenangan

 Hari Kemenangan Bersama Kenangan
Angin malam berhembus pelan, di bawah sinar rembulan yang penuh ketenangan 
Malam kemenangan penuh dengan harapan kebaikan dalam medan kehidupan selanjutnya 
Menabuh bedug bertakbir bertahmid menyambut dengan tanpa dendam yang membusuk 
Allahu akbar Allahu akbar Allahu akbar laa ilaaha ilallahu wallahu akbar 
Nada itu yang mengingatkanku akan sosok yang dulu selalu memberiku semangat dalam islam 
Menggapai kenangan yang hampir pergi menghilang 
Kemana kau di malam bahagia ini ? 
Kemana kau sa’at semua menyerukan hari kemenangan ini ? 
Apakah kau tidak ingin menemuiku yang sangat merindukan pelukanmu 
Dimana engkau Ayah ? Apakah malaikat mengijinkanmu untuk melihatku malam ini ? 
Apakah kau bahagia disana seperti senyuman para orang tua menyambut anak-anaknya ? 
Hanya do’a diantara barisan do’aku yang bisa ku persembahkan untukmu Ayah



M.Ali Masyhur Al Hamid
Bojonegoro, Senin, 27-07-2014